Inilah 6 Tips Melepas Anak Agar MANDIRI

posted in: Artikel | 2

Mengajari anak agar mandiri merupakan perkara penting untuk Ayah Bunda, karena tidak selamanya anak akan bersama keluarga. Namun masih banyak ditemui remaja yang tidak siap mandiri disekitar kita, bahkan pada usia kuliah. Karena pentingnya hal tersebut, kami mengambil sebuah artikel dari majalah Media Umat edisi 177 yang berjudul asli “Melepas Anak Mandiri” dengan penambahan tautan dan gambar. Semoga tips dan cara-cara yang disampaikan bisa bermanfaat buat Ayah Bunda semua.

========+++++START+++++========

Waktu anak bersama orang tua sangatlah sebentar. Anak-anak lekat dengan orang tua paling lama usia balita. Hidup serumah, paling lama 17 – 18 tahun. Selepas SMA anak pisah dari rumah, kerja atau kuliah. Bahkan ada yang melepas anak sejak usia lebih muda, 15 tahun usai SMP. Ada yang lebih muda lai, usia 12 tahun saat usai SD. Misal harus sekolah boarding atau pesantren. Di sini ada ujian bagi anak maupun orang tua.

Anak pastinya sedih jauh dari orang tua, meninggalkan kenyamanan rumah, dll. Demikian pula orang tua, galau melepas buah hatinya. Takut anaknya kenapa-napa. Bagaimana jika tidak betah, sakit, dll.

Namun, kondisi ini memang harus dihadapi orang tua: melepas anak mandiri. Hidup sendiri. Entah kapan saat itu tiba. Pastinya ketika mereka bukan lagi kanak-kanak. Lagi pula, hari ini, banyak anak-anak yang bercita-cita melangit. Ingin keliling dunia. Bukan traveling, tapi belajar. Kuliah jauhlah. Bekerja di luar negerilah.

Tugas orang tua adalah menyiapkan mereka menjadi pribadi yang siap lepas dan mandiri mencari kehidupannya. Nah, agar kesempatan melepas anak tidak sentimentil, dimana anak siap dan orang tua juga siap, tentu harus disiapkan sejak dini. Antara lain sebagai berikut:

1. Ciptakan Momentum Berkualitas

Jika masih memiliki anak usia balita, itulah saatnya menciptakan bonding atau kedekatan dengan anak. Kelekatan emosional yang akan menjadi pengingat anak hingga kelak dewasa. Toh hanya 5-6 tahun ini anak benar-benar membutuhkan kita. Setelah itu, mereka tak akan lagi “membutuhkan” orang tuanya. Cenderung asyik dengan dunianya senidiri. Orang tua yang kelak meminta perhatian anak.

2. Latih Kemandirian Fisiknya

Beri kesempatan melakukan aktivitasnya sendiri. Jangan serba diladeni untuk hal-hal yang mereka bisa lakukan sendiri. Misal mulai makan sendiri usia 3 tahun, mandi sendiri di usia TK, mencuci piring saat SD, dst. Saat masuk SD, biarkan menyiapkan perlengkapan sekoklah sendiri, memakai sepatu sendiri, dst.

Tips Melepas Anak Agar Mandiri
Anak Berlatih Fisik Dengan Berenang

3. Latih Membuat Keputusan

Sejak dini, ajarkan anak membuat keputusan sesuai tingkat usianya. Biarkan mereka mengekspresikan selera dan keinginannya. Biarkan memilih baju, warna, jenis mainan, dan buku bacaan yang dia gemari. Kalau tidak matching, jangan dicela. Ajak membuat komitmen jadwal harian sendiri. Minta saran, mereka ingin liburan kemana: gunung atau pantai misalnya. Orang tua tetap memberi arahan, mana yang terbaik.

4. Ajarkan Anak Menyelesaikan Masalah

Jika anak mengalami masalah, baik dengan dirinya sendiri, saudaranya atau teman, jangan buru-buru ikut campur sebelum mereka meminta bantuan. Misal, begitu mendengar dua anak bertengkar, salah satunya menangis, langsung orang tua menuduh yang tidak menangis sebagai sumber masalah. Biarkan saja sejenak, kadang tangis akan reda karena mereka baikan sendiri. Namun jika tangis tidak reda, baru turun tangan dan cari sumber masalahnya.

6. Beri Anak Tanggung Jawab

Berikan tugas rutin agar anak bertanggung jawab. Misal menyapu, mencuci sepatu, merapikan mainan dan tempat tidur, dll. Kakak diberi tugas membangunkan adiknya, mengajaknya ke masjid, dll. Jika perlu diberi reward atas tanggung jawab yang dilaksanakan dengan baik. Misal berupa buku cerita atau es krim kesukaannya.

7. Tunjukkan Kesiapan Orang Tua

Jika momentum melepas anak itu tiba, orang tua harus menunjukkan ketegaran, agar anak juga tegar menghadapi situasi baru yang berbeda dengan di rumah. Jangan melankolis atau menangis dihadapan anak. Cukup pelukan penyemangat. Beri motivasi sesuai azzam yang sudah ditekatkan bersama. Ringankan hati. Awali dengan ucapan bismillah. Semoga ‘perpisahan’ sementara anak orang tua ¬†adalah jalan terbaik bagi masa depannya.[] kholda

========+++++END+++++========

Demikianlah artikel tentang cara mengajari anak mandiri. Tentu peran orang tua adalah hal yang utama saat ingin melepas anak mandiri. Namun, jika kita mengingat cita-cita besar dalam mendidik anak, insyaa Allah akan lebih mudah dalam belajar parenting, menerapkan tips diatas, dan terus memperbaiki diri. Membaca kisah-kisah ulama dalam menuntut ilmu, seperti perjuangan Imam Syafii, Imam Malik dan yang lain akan menginspirasi kita menjadikan anak kita mandiri sejak dini pula. Semoga bermanfaat. Jazakumullah khair sudah berkunjung di situs kaos dakwah islami kami.

Follow :

Brand kaos distro muslim Kaos Bapak Sholeh adalah brand clothing dari Jogja. Kami membuat kaos distro muslim bertema keluarga. Semoga menjadi wasilah untuk menjadi pribadi yang lebih bertaqwa dan mendekat dengan Nya. KLIK >> Mau Beli Kaos Distro Muslim!!! <<

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *