Selayang Pandang
Keluarga muslim saat ini banyak yang mengalami disorientasi tujuan berkeluarga. Berkeluarga hanya untuk memperoleh keturunan atau sekadar mengejar materi keduniawian semata.
Akibatnya, bangunan keluarga menjadi rapuh. Hal tersebut diperparah dengan sistem hidup kapitalisme yang mengarahkan individu menjadi pemburu kenikmatan dunia belaka.
Bencana kekeluargaan pun marak terjadi, seperti perceraian, kekerasan rumah tangga, hingga kenakalan pada anak yang mendekati ciri anak durhaka. Oleh karena itu, penting memahami peran ideal ayah demi membimbing keluarga menuju keridaan Allah.
Re-orientasi Tujuan Hidup
Tujuan yang benar akan mengarahkan langkah pemenuhan yang benar pula. Dari sini kita dapat menarik kesimpulan bahwa tujuan hidup manusia tidak boleh salah.
Salah memilih tujuan hidup berimbas pada seluruh aktivitas yang dilakukan. Sebagai contoh, orang yang bertujuan hidup hanya menumpuk harta akan berusaha dengan cara apa pun tanpa peduli batas etika maupun agama.
Untuk mengetahui tujuan hidup, kita tidak bisa bertanya kepada sesama makhluk. Karena yang paling mengetahui tujuan manusia diciptakan hanyalah Sang Pencipta, yaitu Allah SWT. Allah berfirman,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat : 56).
Al-’Imad Ibnu Katsir menjelaskan bahwa makna beribadah kepada-Nya yaitu menaati-Nya dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan. Itulah hakikat ajaran Islam yang dipenuhi dengan rasa ketundukan.
Setelah memahami tugas utama ini, langkah berikutnya adalah istiqomah dalam setiap aspek kehidupan. Mulai dari ibadah maghdhoh, akhlak, pemilihan makanan halal, hingga menghiasi kediaman dengan hiasan rumah bernuansa islami.
Peran Vital Suami
Suami merupakan kepala keluarga sebagaimana firman-Nya dalam Surat An-Nisa’ ayat 34:
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain dan karena mereka menginfakkan sebagian harta mereka.”
Ibarat mengendarai kapal, nahkoda keluarga adalah suami. Kapal tersebut akan dibawa ke surga atau neraka ada di tangan suami.
Maka ketika membina rumah tangga, tidak hanya bermodalkan semangat saja, tetapi harus ada rasa tanggung jawab memimpin rumah tangga menuju surga-Nya. Untuk menciptakan suasana harmonis, ayah perlu memahami cara bersahabat dengan anak agar bimbingan agama dapat diterima dengan baik.
Tanggung Jawab Aqiqah dan Mendidik Anak Sholeh
Sering timbul pertanyaan mengenai aqiqah tanggung jawab siapa dan apakah aqiqah kewajiban orang tua. Menurut syariat Islam, kewajiban aqiqah anak merupakan tanggung jawab sang ayah sebagai pemberi nafkah utama.
Apabila ayah memiliki kemampuan finansial, menunaikan aqiqah merupakan bentuk rasa syukur atas rezeki anak. Bagi orang tua yang berencana melaksanakannya, persiapan mengadakan acara aqiqah di rumah perlu diperhatikan agar berjalan lancar.
Selain aqiqah, tugas pokok orang tua adalah membentuk karakter anak sholeh dan sholehah. Kesadaran bahwa anak adalah anugerah sekaligus amanah akan melahirkan pola asuh yang penuh kasih sayang.
Seorang ayah juga hendaknya selalu menyempatkan waktu untuk berinteraksi dengan buah hati. Melakukan kegiatan bermain bersama anak dapat mempererat ikatan batin dan mencegah munculnya ciri anak durhaka kepada orang tua.
Hal pertama yang harus dilakukan untuk mengubah keadaan adalah mengubah pola pikir dalam diri seseorang. Tidak mungkin seseorang berubah tanpa didahului perubahan pemikiran.
Selanjutnya kita memikirkan tujuan perubahan, cara menggapainya, serta sarana penunjangnya. Sebagai kepala keluarga, selayaknya kita memiliki visi tertinggi yaitu keridaan Ilahi.
Dengan tekad yang kuat, insya Allah seluruh anggota keluarga dapat berkumpul kembali di surga-Nya. Sudahkah kita bertekad mengajak anak dan istri menuju surga? Jika belum, segerakan sebelum terlambat.
(admin Kaos Distro Muslim)


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.